Karni Ilyas selaku Pemimpin Redaksi tvOne memiliki program tersendiri yang menyatukan beberapa pengacara dalam suatu forum diskusi untuk membahas topik-topik yang berhubungan dengan pemerintahan Indonesia.
Jakarta Lawyers Club yang kini berganti menjadi Indonesia Lawyers Club ditayangkan setiap hari Selasa, jam 19.30 WIB dan rerun hari Minggu, jam 20.00.
Tak hanya pengacara yang turut meramaikan program ini, tapi juga budayawan yang kita kenal karena kekritisan mereka dalam memonitor politik, seperti Sudjiwo Tedjo dan Arswendo Atmowiloto yang menambah seru forum karena pendapat mereka yang nyeleneh namun menohok.
Dalam menganalisis konten sebuah program TV, hal-hal dibawah ini wajib menjadi acuan :
- Topik
- Narasumber
- Audiens
- Moderator
- Sponsor
- Jenis Acara
- Setting (waktu, peralatan, tempat)
- Nilai Berita
Sebaiknya analisis isi dilakukan secara berkala minimal 6 (enam) bulan sekali.
Sebagai salah satu tayangan yang letak keseruannya terletak pada perdebatan antara pihak pro dan kontra dengan pemerintahan. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam proses syutingnya. Salah satu berita yang saya baca adalah kekecewaan seorang penonton karena audiens yang terdiri dari kaum intelektual tertangkap kamera sedang menertawakan ibu-ibu ndeso yang sedang diwawancara via telewicara terkait kasus joki narapidana di suatu Rutan di wilayah Bojonegoro.
Cerita lain lagi berasal dari pengacara Nazaruddin, OC Kaligis dan Gayus Lumbuun yang nyari terlibat baku hantam saat saling sindir berlanjut ke acara 'Kabar Indonesia Pagi' terkait kasus kewenangan KPK dan Bibit - Chandra.
Yang membuat saya bingung adalah, apakah insiden yang melibatkan narasumber acara tersebut berdampak terhadap rating Indonesia Lawyers Club?
Bukankah seharusnya mereka berperilaku lebih sopan dan berwibawa saat tampil untuk disaksikan masyarakat di seluruh Indonesia? Bukankah berbeda pendapat itu wajar? Mengapa harus sampai baku hantam?
Jika insiden serupa terus berlanjut, bukankah mungkin citra pengacara di negara ini malah menjadi buruk? Bukannya menyelesaikan masalah dengan mencari solusi, malah saling adu mulut berkepanjangan.
No comments:
Post a Comment