Sebenarnya, ada begitu banyak yang bisa dipelajari dari ilmu komunikasi. Marketing Communications, Public Speaking, Mass Communications, dan lain-lain. Namun, hanya ada 3 jurusan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Public Relations, Jurnalistik, dan Advertising.
Menurut salah satu majalah wanita yang pernah saya baca, ketiga profesi ini merupakan salah satu dari profesi paling rentan stress. Waduh! Eh, nanti dulu. Mari kita bahas satu per satu, berdasarkan sisi akademis dan profesinya. Yuk!
PUBLIC RELATIONS
- Profesi ini sering diidentikkan dengan wanita cantik, seksi, berpakaian serba mini, dunia entertainment, networking event, dan lain-lain. Benarkah? Seorang PR memang diwajibkan untuk berpenampilan menarik, namun tak harus glamour koq. Seperti kata pepatah lama nan manjur, kesan pertama itu segalanya.
- PR is about managing issues. Saat perusahaan didera isu tidak menyenangkan tentang kegagalan produk dan pelayanan jasa yang kurang sesuai, korupsi, konflik dengan masyarakat sekitar, dan lain-lain, PR seolah menjadi bumper bagi perusahaan.
JURNALISTIK
- Idealnya, profesi ini akan bekerja di media. Ya media cetak, elektronik, dan internet. Bagi orang yang mobile, ini mengasyikan. Bagaimana tidak? Bertemu dengan banyak public figure, jadi orang pertama yang mengetahui update terbaru dari sebuah berita.
- Tapiiiiiii, siap-siap berurusan dengan deadline jika tidak pintar mengatur waktu.
- Profesi ini seringkali dianggap musuh PR. PR bertugas sebagai 'pelindung' image perusahaan, sementara reporter harus mencari berita untuk dimuat di media massa.
ADVERTISING
- Profesi ini dinilai paling banyak menghasilkan uang. Secara iklan itu ada dimana-mana, seiring dengan bertumbuhnya media.
- Kreativitas itu wajib bagi orang di bidang ini. Selalu dituntut untuk menghasilkan iklan kreatif yang diharapkan dapat mendongkrak penjualan produk secara langsung.
Nah. Sekian dari saya. Jika ingin tahu lebih mendetail, silakan googling sendiri atau baca buku, karena buku adalah jendela dunia. Terima kasih.



No comments:
Post a Comment